Minggu, 06 November 2011

SEBELUM JIWA INI TERLEPAS (LIFE BEFORE THIS DETACHED)

Ku rebahkan tubuh ini
ingin ku menyelam
ke dalam pikiranku
sebelum aku terlelap dalam tidurku

tapi entah esok
apakah aku masih bisa
menikmati keindahan alam ini?
itu tak pasti....!!!

malam...andai suatu saat
setelah ujung napasku telah tiba,
lantunkan puisiku dengan nada yang indah
agar jiwa ini tenang saat ia terlepas dari raga ini

tapi ijinkan aku sejenak
berkelana dalam khayalku
tuk mencari suatu kedamaian
dibalik kegelapan malam...


I lay this body
I wanted to dive
into my mind
before I fell asleep in my sleep

but either tomorrow
if I can still
enjoy the natural beauty of this?
was not sure ....!!!

night ... if one day
after the end of my breath has arrived,
recite the poem with a beautiful tone
so that the soul is calm when he was out of this body

but allow me a moment
wander in imagination
tuk looking for a peace
behind the darkness of night ...

By Aam Van Yogas

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1432 Hijriyah

Disini aku berdiri
penuh kesadaran diri
atas banyaknya duri
tertancap melukai hati

Dengan penuh kerendahan hati
ku mengemis kebaikanmu
mengharap kerelaanmu
membuka gerbang hatimu

Bila kenyataan
dan bukan ketakutan
yang menggerakkan kita pertanda
keihlasan telah menyertai jiwa.

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1432 Hijriyah



Semoga kejernihan jiwa
membawa berkah di hari nan suci.....amien

~Aam Van Yogas~

Puisi Kesedihan

SISA WAKTUKU
Oleh Aam Van Yogas

berlalu waktu ...
iringi masa ,prjalanan ini ...
ukiran demi ukiran mengutas setiap keadaan..
cermin kian mengusam ...
solah debu telah menelan ...
arah pun tak berpijak ...
angan lepas tak terarah ...
buih buih waktu saat merindu ..
menjadi bayang bayang dari rasa kelu ...
ini sisa dari masa yang dulu ...
berkarat disetiap nadi ku ..
aku pun mati karena rindu ...
rindu yang menemani sisa waktu..
di mana rindu akan berlabuh ..
sedang aku masih lusuh..
masih tak bisa menyentuh ..

Dalam perjalanan waktu
Aku terus melangkah
Meski harus melewati
Jalan yang gersang

Langkahku kiang lama
Semakin gontai dan tak beratur,
Membuat batin ini
Makin terkikis

Harapan demi harapan mengendap
Harapan demi harapan mengendap
Terselubung di balik awan hitam
Dan hanya waktu
Yang dapat menjawab semuanya