Selasa, 15 November 2011

Menjadi Seorang Penulis…

Beberapa saat yang lalu rada kesel sama tingkah seorang penulis. Hmm…habisnya apa yang beliau tulis kok ya sekarang gak dia lakuin lagi, walopun sebelumnya pernah beliau lakukan sebelum menulis buku itu. Karena buat saya, ketika menulis ada tanggung jawab moral yang berusaha senantiasa dijaga. Agar apa yang disampaikannya sesuai dengan yang ia perbuat, baik sebelum nulis buku maupun setelah buku itu tebit. Karena ke galauan yang tak jelas ini maka….

Sempet diskusi beberapa hari yang lalu sama Kak Arya (Arya Sandhiyudha) & Kang Yusuf (Ridwansyah Yusuf Achmad).
Kalo kata kak Arya,, “penulis kan hanya perangkai kata. tak ada tanggung-jawab moral ketika telah melaksanakan kata yg ditulisnya”
Lain lagi ketika nanya sama kang Yusuf,, “saya menulis untuk menginspirasi orang. Tanggung jawab secara moral sudah pasti”

Nah..monggoh sahabat semua milih yang mana…
Ternyata setiap penulis memiliki pemikiran sendiri-sendiri

Tetap berkarya,,, orehkan sejarah untuk bangsa ini^^

15112011

Sudah lama ingin ku tuliskan…

Yah…sore itu menjelang magrib…

Didepanku berdiri sekelompok manusia…

Yang dengan semangatnya memberikan persembahan untuk kita…

Senyum lebar ku sunggingkan ketika mereka mengajakku untuk berfoto bersama

Dari belakang aku hanya mampu berdiri terpaku

Entah apa yang ada difikiranku

Aku hanya mampu berdoa Ya Rabb…

Inikah yang kau amanahkan kepada kami?

Betapa berat Ya Allah…menjaga keistiqomahan

Mempertahankan agar mereka terus berjalan dengan jalan ini

Hanya tetesan air mata yang menemaniku di senja itu

Aku tak kuasa menahan beratnya amanah yang Kau titipkan…

Hingga aku berjalan menuju parkiran…yang ada dikepalaku hanyalah titipan yang Engkau berikan…

Titipan yang merupakan amanah besar untuk kami

Ya Rabb…

Berikan tangan-tangan gaib itu kepada kami

Berikan kekuatan kepada kami untuk terus memberikan persembahan terbaik untuk-Mu

^- * apa Kata Hatiku

sebelum berangkat dalam misi Kita aku mengirimkansms  kepada dia yang berisi
SELA AKAN PERGI JAUH
3 NADA 6 KETUKAN
betapa bahagianya diai mendapat kiriman tersebut karena istilah itu didapatkan mereka berdua dari ((((mbuh bukue ora ketemu dadi ceritae kurang pas))))))) yang berarti ===
3 nada = aku cinta kamu
6 ketukan = K  A  N  G  E  N
dasar PICISAN gumam dilai dalam hati
[seklumit bab dalam buku Elang Retak ---> bahkan cerita militer pun tak akan sedap tanpa bumbu asmara]