Minggu, 06 November 2011

Sampel Tugas Kuliah

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Ronald (1995) mendefinisikan sampel adalah suatu himpunan bagian dari populasi. Apabila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, maka dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi. Beberapa teknik sampling ditunjukkan pada gambar:
  1. Probability Sampling
Non-probability sampling merupakan teknik penarikan sampel yang memberi peluang /kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk terpilih menjadi sampel. Teknik sampling ini meliputi:
    1. Simple Random Sampling
Untuk menghilangkan kemungkinan bias, kita perlu mengambil sampel random sederhana atau sampel acak. Pengambilan sampel dari semua anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam anggota poipulasi. Hal ini dapat dilakukan apabila anggota poipulasi dianggap homogen. Teknik sampling ini seperti pada gambar berikut:
    1. Proportinate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan apabila populasi mempunyai anggota/karakteristik yang tidak homogen dan berstrata secara proportional. Sebagai contoh suatu organisasi mempunyai personil yang terdiri dari latar belakang pendidikan yang berbeda yaitu: SLTP, SLTA, S1, dan S2 dengan jumlah setiap kelas pendidikan juga berbeda. Jumlah anggota populasi untuk setiap strata pendidikan tidak sama atau bervariasi. Jumlah sampel yang harus diambil harus meliputi strata pendidikan yang ada yang diambil secara proporsional.
    1. Disproportionate Random Sampling
Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetatpi kurang proporsional. Sebagai contoh sebuah perusahaan mempunyai personil sebagai berikut: 3 orang S3, 5 orang S2, 100 orang S1, 800 orang SLTA, dan 700 orang SLTP. Dalam penarikan sampel maka personil yang berijazah S2 dan S3 semuanya diambil sebagai sampel, karena kedua kelompok tersebut jumlahnya terlalu kecil jika dibandingkah dengan kelompok lainnya.
    1. Cluster Sampling (sampling daerah)
Teknik sampling daerah (cluster sampling) digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misalnya penduduk suatu negara, propinsi atau kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah dari populasi yang telah ditetapkan.
Sebagai contoh Indonesia terdiri dari 30 propinsi, sampel yang akan diambil sebanyak 5 propinsi, maka pengambilan 5 propisnsi dari 30 propinsi dilakukan secara random. Suatu hal yang perlu diingat adalah bahwa karena propinsi yang ada di Indonesia juga berstrata, maka pengambilan sampel untuk 5 propinsi juga dilakuykan dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Teknik cluster sampling dilakukan dalam dua tahap yaitu: (1) menentukan sampel daerah, dan (2) menentukan orang-orang yang ada pada daerah dengan cara sampling juga.. teknik ini digambarkan seperti pada gambar berikut:
  1. Non-probability Sampling
Non-probability sampling merupakan teknik penarikan sampel yang memberi peluang /kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk terpilih menjadi sampel. Teknik sampling ini meliputi:
    1. Sampling Sistematis
Teknik sampling ini merupakan teknik penarikan sampel dengan cara penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Sebagai contoh jumlah anggota populasi sebanyak 200 orang. Anggota populasi diberi nomor urut dari no 1 sampai nomor 200. Selanjutnya pengambilan sampel dilakukan dengan memilih nomor urut ganjil, atau genap saja, atau kelipatan dari bilangan tertentu, seperti bilangan 5 dan lainnya.
    1. Sampling Kuota
Sampling kuota adalah teknik penarikan sampling dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai pada jumlah (quota) yang diinginkan. Sebagai contoh akan melakukan penelitian terhadap pegawai golongan II pada suatu instansi, dan penelitian dilakukan secara kelompok. Jumlah sampel ditetapkan 100 orang sementara penelitian sebanyak 5 orang, maka setiap anggota peneliti dapat memilih sampel secara bebas dengan karakteristik yang telah ditentukan (golongan II) sebanyak 20 orang.
    1. Sampling Aksidental
Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel, berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila orang yang ditemukan pada waktu menentukan sampel cocok dengan yang diperlukan sebagai sumber data.
    1. Purposive Sampling
Purposive sampling, adalah teknik penarikan sampel yang dilakukan untuk tujuan tertentu saja. Misalnya akan melakukan penelitian tentang disiplin pegawai, maka sampel yang dipilih adalah orang yang ahli dalam bidang kepegawaian saja.
    1. Sampling Jenuh
Sampling jenuh adalah teknik penarikan sampel apabila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah npopuloasi relatif kecil, kurang dari 30 orang. Istilah lain dari sampling jenuh ini adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.
    1. Snowball Sampling
Snowball sampling adalah teknik penarikan sampel yang mula-mula dilakukan dalam jumlah kecil (informan kunci) kemudian sampal yang terpilih pertama disuruh memilih sampel berikutnya, yang akhirnya jumlah sampel akan bertambah banyak seperti bola salju yang bergelinding makin lama makin besar.
    1. Sampling Seadanya
Merupakan pengambilan sampel sebagian dari populasi berdasarkan seadanya data atau kemudahannya mendapatkan data tanpa perhitungan apapun mengenai derajat kerepresesntatipannya. Dalam pembuatan kesimpulan masih sangat kasar dan bersifat sementara.
    1. Sampling Purposif (sampling pertimbangan)
Sampling purposif dikenal juga dengan sampling pertimbangan, terjadi apabila pengambilan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan perorangan atau pertimbangan peneliti. Sampling purposif akan baik hasilnya di tangan seorang akhli yang mengenal populasi. Cara penarikan sampel ini sangat cocok digunakan untuk studi kasus.
  1. Menentukan Jumlah Sampel
Untuk dapat menentukan dengan tepat banyaknya jumlah subyek penelitian yang harus diambil, paneliti harus mengetahui terlebih dahulu apa yang menjadi unit analisis dari penelitian. Unit analisis atau satuan subyek yang dianalisis sangat tergantung pada siapa yang diteliti. Apabila penelitian tentang siswa maka sebagai unit analisis adalah siswa.
Besarnya jumlah sampel sering dinyatakan dengan ukuran sampel. Jumlah sampel yang meakili 1oo% populasi adalah sama dengan jumlah populasi. Makin besar jumlah sampel mendekati jumlah populasi maka peluang kesalahan dalam melakukan generalisasi akan semakin kecil, dan sebaliknya makin kecil jumlah sampel penelitian maka diduga akan semakin besar kemungkinan kesalahan dalam melakukan generalisasi.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan besarnya sampel adalah sebagai berikut: a) Unit analisis, b) Pendekatan atau model penelitian, c) Banyaknya karakteristik khusus yang ada pada populasi, dan d) Keterbatasan Penelitian.
Untuk jumlah subyek dalam populasi sebanyak 100 sampai 150 subyek, maka jumlah sampel yang diambil sebanyak lebih kurang 25-30%. Besarnya sampel juga diambil dengan menggunakan rumus Cohran sebagai berikut:
  1. Menentukan Anggota Sampel
Secara umum terdapat dua teknik sampling, yaitu: (1) teknik probaility, dan (2) teknik non-probability. Teknik sampling probability adalah teknik yang memberi peluang yang sama kepada seluruh anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Pengambilan sampel secara acak/random dapat dilakukan engan bilangan random, komputer, maupun dengan undian. Apabila pengambilan sampel dilakukan dengan undian maka setiap anggota populasi diberi nomor sesuai dengan jumlah populasi. Penarikan sampel dengan cara mencabut satu demi satu nomor yang ada pada kotak undian sampai mencapai jumlah sampel yang telah ditetapkan dengan rumus cohran atau dengan persentase.

Hari Raya Idul Adha

oleh : Aam van Yogas

Di sela.. suara adzan berkumandang yang membangunkanku dan disertai suara takbir membesarkan nama alloh.
saya bergegas mandi dan melaksanakan sholat subuh. saya rasa pagi ini sangat cerah dan aku menikmati semua ini. dalam hati aku bersyukur." allhamdulilah ya alloh sampai saat ini engkau masih berikan hidup kepada saya, sehinnga aku masih bisa menunaikan sholat idul adha,
tempat sholat idul adha yang dilaksanakan di jakarta yang sya tempati disisni sangat berbeda dengan di kampung saya Brebes, di sini sholat id dilaksanakan di jalan raya yang sangat luas."masaalah. banyak sekali yang sholat idul adha disini" celetuku.
setelah selesai, aku bergegas pulang dan aku luangkan waktuku dengan merokok dan meminum air teh manis"Enak banget serasa dah seperti orang kaya"

di tempat saya bekerja alhamdulilah juga mengadakan qurban. jumlahnya tidak terlalu banyak, 1 ekor sapi dan 3 ekor domba. " ehmm dikit sekali, dibanding tahun sebelumnya,"
dan aku biasa menjadi panitia untuk tahun inipun tidak. jadi saya cukup melihat semua acara.." menjadi penonton yg baik hehehe.."'
dan setelah kurang lebih 4  jam sudah aku menunggu, tiba saatnya panita memangil kariawan untuk menyatap makanan yg sudah disediakan..tapi sayang pas aku sudah ketempat makan "Uhg,, sial.. satenya kehabisan." tapi aku tidak marang cuma sedikiit menggerutu dalam hati. aku coba aja mengais sisa masakan yang memang  harus dimakan"Cieh kaya pemulung aja"
setelah perut saya kenyang dengan sedikit makanan dan dua gelas es buah yang sangat manis karena sirupnya yang berlebihan, aku langsung tiduran. dan tersa ngantuk.
dan akhirnya akupun tertiidur pulas sekali.

selasai bangun aku lihat jam menunjukan jam lima sore, dan akupun langsung mengentri tulisan ini tanpamandi dulu.
inilah kisahku MANA KISAHMU..?

selamat Idul Adha bagi umat muslim
semoga yg menunaikan haji, menjadi haji yg Mabrur.. Amin
hanya itu doa saya buat semua.

Jumat, 04 November 2011

Keaadan remaja bangsa kita saat ini

*awalnya aku cium-ciuman
 ahirnya aku peluk - pelukan
 tak sadar aku dirayu setan
 tak sadar aku kebablasan
...ku hamil duluan sudah tiga bulan,,gara gara pacaran tidurnya berduan
...ku hamil duluan sudah tiga bulan.. gara" pacaran sukanya gelap-gelapan

yah itulah lagu pupuler yang dibawakan oleh shinta dan jojo'
tapi memang kita. akan membhahas tentang penomena "hamil duluan" yang kini marak dan
rame diperbincangkan di berbagai kalangan, baik selebritis, pejabat dan umum atau asyarakat biasa

bahkan badan survai yang ada di indonesia menyatakan yang tinggal di daerah perkotaan, 60 % mereka melakukan hubungan intim dangan pacarnya sebelum menikah.
dan  lembaga survei juga menyatakan bahwa 40% remaja yang berada di desa. juga melakukan hal sama.
dan ini membuktikan bahwa remaja bangsa kita addalah bangsa yang sangat kritis dan tidak mempunyai identitas sebagaima dominasi negara kita yg 90 % muslim.
apakah kita akan menjadi negara barat. keadaan ini pun dialami oleh negara Asia yg lainya seperti. Jepang. Korea Tailand dan Pilipina.

kasus seperti ini sudah tidak terasa asing buat kita. kasus artis banyak yang sudah menjadi contoh seperti " Ariel", tapi apa inikah yang akan ditiru oleh pemuda bangsa kita dan menjadi mode yang menurut dia ini adalah hidup yang modern?
inilalah yang hatrus kita jadikan PR sebagai remaja- penerus bangsa kita.
dan saya sebagai remaja ingin menganjurkan kepada remaja yang lan, Bahwa kita jangan berhenti meraih cita-cita kita hanya karena kita tergiur dengan kenikmatan sesaat.

kita jadikan pemuda yang kreatif, inofatif dan bertalenta" itu kata" aku jiplak dari dosen Kwirausahaan pak yayat Sudrajat.

he...
sekian.. Wasalaam